Kisah Sang Penglipur Lara

Kisah Sang Penglipur Lara
Kisah Sang Penglipur Lara

Layar Sang Penglipur Lara

Layar Sang Penglipur Lara
Tinta Layar

Monolog

Monolog
Luahan rasa hati

Novel

Novel
Novel

Cerpen

Cerpen
Cerpen

Puisi

Puisi
Puisi

Khazanah

Khazanah
Puisi Tradisional

Cerita Kita

Cerita Kita
Pandangan isu semasa seni tulis

Bisik-bisik

Bisik-bisik
Ulasan karya terkemuka
Showing posts with label Syamsuddin Faruok. Show all posts
Showing posts with label Syamsuddin Faruok. Show all posts

Monday, June 13, 2011

Puisi : Kala Malam Bulan Mengambang (bersama Syamsuddin Faruok)

Kala Malam Bulan Mengambang (menampilkan Saudara Syamsuddin Faruok)
syamsuddin
malam semalam bulan mengambang
ilhamku kontang untuk mengarang

hanam
lihatlah pada bunga yang kembang,
cantiknya mekar ilham tak kurang.

 
syamsuddin
bukan salah alam terbentang,
jiwa ini gurun gersang
       
hanam
sangka kau leka dek bulan dan bintang,
rupanya teringat wajah seseorang
       
 
syamsuddin
belum hati dipunya orang,
bunga pujaan di taman terlarang
        

 hanam
usah diingat, usah dikenang,
jodoh Tuhan takkanlah hilang.
       
 
syamsuddin
tidak rancang, tidak dikenang,
dalam tidur gurauan bayang,
tidak ku pinta akal melayang,
mendamba cinta seindah wayang
 
hanam       
bukan ditilik air yang tenang,
dalam hati beralas sayang,
bukanlah milik empunya barang,
sekali dibiar selamanya berulang.
       

syamsuddin
air yang tenang dibiar tenang,
sayangnya hati dialas karang,
tampak indah di mata orang,
bukan hiasan alang-alang,
tajamnya nian bukan kepalang,
tiada yang sudi datang bertandang
        

hanam
makin dikarang makinnya garang,
sumbu pelita terlebih terang,
dibiar jiwa asyik mengulang,
disebut lidah tak pernah lekang,
ditanam di hati tak juga hilang,
bagai pagar tidak berpacang,
bagai kuda tiada dikekang,
selagi disebut harta terlarang,
barangkali meranap seluruh tiang,
hilanglah iman rosaklah ladang.
       
 
syamsuddin
pelita api dipasang petang,
makin lewat makin terang,
tiba waktu terangnya hilang,
yang tinggal jelaga di tiang,
ibaratnya ini igauan bayang,
makin dicanang, makin dikenang,
namun mimpi tak mungkin berpanjang,
kelak akan dimamah siang,
tak rela diri hidup seorang,
tiada teman usia ku usang,
hanya doa dan hidup dijuang,
di tanganNya pasrah ku bentang

Wednesday, May 18, 2011

Puisi : Hujan, Kali Ini (bersama Saudara Syamsuddin Faruok)


  • Puisi : Hujan, Kali Ini 
    (karya Hanam Hamid, Syamsuddin Bin Faruok dan ...)

      • Hanam Hamid  
        Kala hujan kali ini,
        Angin menyapa dia yang sepi,
        Melalui kaki lima dari tepi,
        Dan rintik hujan yang menemani,
        Sesekali, menjadikan dia lebih berani.
      • Syamsuddin Bin Faruok  
        langkah kaki terus digagahi,
        sesekali sejuk mengigit diri,
        dunia terasa kosong sendiri,
        hanya angin yang menemani,
        dalam hujan tangisan disembunyi
      • Hanam Hamid 
        Kala hujan kali ini,
        kosong hati cuba diisi,
        biar rintiknya silih berganti,
        masih dia setia menanti,
        kasih Tuhan yang Maha Azali.
      • Syamsuddin Bin Faruok  
        apakan daya manusia keji,
        penuh syakwasangka dalam hati,
        terjatuh dalam permainan duniawi,
        mengharapkan cinta fana sejati,
        dalam hujan mencari pelangi

      • Hanam Hamid
        Saat itu dia renungi,
        Tiap langkah dia jejaki,
        Tiap lembah dia turuni,
        Tiap lopak dia harungi,
        Bagai hilang seluruh hati,
        Dalam takdir yang terpatri,
        Janji yang telah dimenterai.
      • Syamsuddin Bin Faruok
        dalam misi menjejak pelangi,
        guruh dan taufan dia redahi,
        terkadang ingin menyerah diri,
        rebah ke tanah menunggu mati,
        terlalu sukar untuk hadapi,
        dugaan melanda bertubi-tubi,
        hati berdarah penuh benci,
        mengapa diuji begitu sekali

      • Hanam Hamid
        Dan kala hujan kali ini,
        Segala dendam dia sudahi,
        Perit pekik di dalam hati,
        Dia kan tabah menjalani,
        Segugus doa dia karangi,
        Mengharap cinta kasih Yang Abadi,
        Semoga hidup dan diri ini,
        Seteguh karang di lautan bumi,
        Secerah bintang yang kerdip berseri,
        Semekar mawar harum berduri,
        Sebaik laku Penghulu Insani.

        Dan kala hujan kali ini...

Suara Di Balik Layar


Melodi Kristal - Siti Nurhaliza
Mp3-Codes.com